Prolog
Aku hanya butuh didengar. Aku hanya butuh telinga yang bisa menampung semua keluh kesahku. Aku hanya ingin bercerita segala perasaan yang aku rasakan. Senang, sedih, marah, kecewa, bangga, dan perasaan lainnya. Aku hanya butuh seseorang untuk mendengarkan segala ceritaku. Tak masalah jika disambi melakukan aktivitas lain. Tapi, tolong, hargai waktuku untuk bercerita.
Karena ketika aku sudah bisa bercerita, menandakan bahwa kepercayaanku dengan seseorang sudah muncul.
Karena ketika aku sudah bisa bercerita denganmu, maka aku sudah menganggap bahwa kamu adalah orang kepercayaanku. Wadah ceritaku. Yang bisa menampung segala ceritaku.
Tapi ketika kamu membutuhkan aku sebagai telingamu, aku siap pasang badan. Bahkan aku menjadi saranmu ketika kamu membutuhkan jalan keluar dari masalahmu.
Banyak diluar sana, selain kamu, yang berusaha menjadi telinga untuk aku. Berusaha untuk mengajakku bercerita apa yang terjadi denganku. Tapi, aku sudah percaya kamu untuk menjadi telingaku. Kenapa disia-siakan?
Comments
Post a Comment